Metode CTP untuk Memudahkan Riset Pasar

Apakah Dreambuilders pernah melakukan riset pasar?



Riset pasar merupakan salah satu tahapan marketing yang penting sekali untuk dilakukan, karena melalui riset pasar, pebisnis bisa:

  1. Mengetahui siapa target utama konsumen/pelanggan yang mau disasar,

  2. Mengetahui konten pemasaran seperti apa yang mau dibuat,

  3. Mengetahui isu maupun momen yang sedang tren, dan

  4. Tentunya dengan ketiga poin di atas, pebisnis bisa memaksimalkan budget marketing.

Walaupun riset pasar itu penting sekali untuk dilakukan, tetapi masih banyak loh pebisnis yang melewatkan tahapan ini. Alasannya ada tiga:

  1. Merasa kalau riset pasar merupakan proses yang rumit dilakukan,

  2. Merasa kalau riset pasar memakan waktu yang lama, dan

  3. Pebisnis merasa sudah tahu target konsumen/pelanggan (asumsi), jadi tidak perlu melakukan riset pasar.

Asumsi kita di awal tentang target pasar, biasanya bisa keliru Dreambuilders, sama seperti cerita salah satu teman kami berikut ini:


Dion mempunyai brand yang menjual parfum untuk pria, dan dia berasumsi bahwa target pelanggannya adalah laki-laki, usia 20-30 tahun, domisili di Jabodetabek. Ketika Dion mulai menjual produk parfumnya, ternyata, produk dia banyak dibeli oleh perempuan (usia 18-25 tahun) yang membeli parfum untuk pacarnya, dan juga ibu-ibu yang mau membeli parfum untuk anak laki-laki mereka. Target asumsi dia, menempati urutan ke tiga.


Dari domisili pun sama, budget marketing yang dia sebar di tiga wilayah: Jabodetabek (60%), Bandung (20%), dan Surabaya (20%). Ternyata, pelanggan utama Dion datang dari Bandung (45%), Jabodetabek (30%), dan Surabaya (25%).


Berasumsi akan target pasar bisa berakibat fatal Dreambuilders, apalagi untuk kita yang punya budget marketing terbatas. Bahkan, kami sering mendengar pebisnis yang gulung tikar karena menganggap bahwa produk mereka tidak bagus, dan tidak banyak peminatnya. Padahal, masalah utama produk yang tidak laku biasanya bukan karena kualitas saja, tetapi, kita sebagai pemasar tidak menjual ke orang yang tepat.


Metode CTP

Di The District Consultant, kami mempunyai metode riset yang kami namakan CTP (Cari, Temui, Pelajari). Metode ini sudah terbukti efektif dapat menggantikan metode riset pasar yang rumit, dan dapat dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.


C (Cari)

Tahapan ini merupakan tahap pencarian data kuantitatif, dan data ini bisa ditemukan melalui Google, hashtag media sosial, maupun jurnal/berita media. Dari tahapan ini, tugas kamu adalah mencari informasi yang berhubungan dengan angka, dan tren. Tujuan utama dari tahap Cari ini ada tiga, yaitu:

  1. Mengetahui siapa yang paling banyak membicarakan tentang produk yang ingin ditawarkan (jenis kelamin, umur, profesi, dan domisili),

  2. Mengetahui tren pasar (berapa harga produk sejenis, promo apa saja yang biasanya ditawarkan, siapa buzzer/influencer yang sekiranya pernah membicarakan produk tersebut),

  3. Mengetahui momen penjualan (kapan produk sering dibicarakan, kapan demand produk tersebut sedang tinggi, apakah setiap hari, atau di akhir pekan, atau di waktu tertentu).

Note: Melalui tahapan Cari, kamu dapat menentukan target pelanggan yang mempunyai interest tentang produk kamu, dan kapan waktu yang tepat untuk melakukan promo.


T (Temui)

Setelah melakukan tahap Cari, sekarang waktunya untuk kamu melakukan T (Temui), tahap ini merupakan tahap pencarian data kualitatif, bisa dilakukan melalui interview langsung, via telepon, maupun e-mail, narasumbernya bisa merupakan anggota keluarga, teman, maupun orang yang kamu cari langsung di media sosial, yang memenuhi kriteria target pasar. Dari tahapan ini, tugas utama kamu adalah menggali informasi tambahan berupa opini maupun saran dari target pasar yang sudah kamu temukan di tahap pertama. Tujuan utama dari tahap Temui ini ada empat, yaitu:

  1. Memperkenalkan produk dan solusi yang ditawarkan,

  2. Meminta feedback dan juga pendapat (harga, packaging, promo),

  3. Mengetahui konten apa yang mereka sukai, dan akan menarik mereka untuk membeli.

Note: Melalui tahapan Temui, kamu dapat cross-check data kuantitatif yang kamu dapatkan dari tahap Cari, dan juga menentukan konten apa yang sekiranya sesuai untuk menarik perhatian mereka.


P (Pelajari)

Tahap Pelajari merupakan tahap pengolahan informasi yang kamu dapatkan dari dua tahapan sebelumnya. Di tahap ini, tugas kamu adalah memastikan:

  1. Target utama yang ingin disasar,

  2. Menentukan promo dan konten yang tepat untuk menarik perhatian mereka.

Note: Sebaikya, metode CTP tidak hanya dilakukan pertama kali ketika kamu mau mengenalkan produk, tetapi metode ini harus menjadi bagian dari tahapan marketing seiring berjalannya waktu. Dengan demikian, kamu bisa terus melakukan evaluasi dan perbaikan untuk rencana pemasaran kamu berikutnya.


Selamat mencoba (template CTP terlampir).


L12
.zip
Download ZIP • 468KB