Mempercepat Kesuksesan dengan Konsep Razor's Edge


Hi Dreambuilders, beberapa hari belakangan ini, mata dunia seakan tertuju ke pemilihan presiden Amerika Serikat. Pemilihan yang terjadi di tengah pandemi COVID-19 telah mempengaruhi cara masyarakat memilih (kebanyakan voting dikirim melalui mail-in ballot), dan akhirnya, juga menunda keputusan pemenang, yang biasanya bisa kita ketahui dalam satu hari, ternyata membutuhkan waktu berhari-hari, bahkan sampai blog ini ditulispun, pemenang belum ditentukan.


Di blog ini, kami akan membahas satu terminologi yang banyak disebutkan oleh media untuk menggambarkan perlombaan kursi presiden ini, yaitu razor's thin. Dalam bahasa Indonesia, razor's thin itu artinya menang tipis. Tapi Dreambuilders, razor's thin itu adalah akibat, dan sebabnya dikenal dengan konsep razor's edge.

Kami pertama mendengar konsep razor's edge dari buku Bob Proctor, dimana dia menjelaskan konsep razor's edge di salah satu chapter buku tersebut. Di awal chapter, dia menjelaskan razor's edge dengan sangat baik yang kami terjemahkan seperti berikut:


"Manusia sebenarnya mempunyai kemampuan yang sama, tapi yang membedakan adalah apa yang kita lakukan dengan kemampuan itu,"

Misalnya:

- Si A baru mau mulai, Si B sudah mulai,

- Si A hampir menang, Si B jadi pemenang.


Razor's edge berarti melakukan effort lebih dan terus mengasah kemampuan kita untuk mencapai lebih, karena biasanya, yang membedakan pemenang dan yang kalah sangat tipis. Untuk mengetahui konsep ini lebih baik lagi, kita bisa melihat konsep razor's edge di banyak perlombaan olahraga, dimana hadiah pemenang biasanya jauh lebih besar dibandingkan runner-up, walaupun skill, dan hasil pertandingan mereka begitu tipis:

  1. Pada olimpiade 1976 di Kanada, tepatnya di perlombaan lari 100m, ada total 8 pelari yang mengikuti kejuaraan final tersebut. Dan uniknya, pemenang lomba berhasil mencapai garis finish, hanya 0.10 detik lebih cepat dari finalis yang selesai terakhir.

  2. Di perlombaan balap kuda ARMED juga mengalami hal yang sama, dimana juara pertama mendapatkan hadiah sebesar USD 176.500, dan runner-up hanya mendapatkan 1/10 bagian dari hadiah juara pertama yaitu sebesar USD 75.000. Kalau dilihat dari kacamata orang awam, "seharusnya", pemenang lomba berhasil finish 10x lebih cepat dari juara ke-dua, tapi nyatanya, dia hanya lebih cepat beberapa langkah saja. Tapi karena beberapa langkah lebih cepat saja bisa menjadi penentu dia mendapatkan hadiah yang luar biasa lebih besar.

Salah satu atlet yang menurut kami juga mempercayai dan mengimplementasikan konsep razor's edge adalah Kobe Bryant. Kalau teman Dreambuilders ingat, Kobe menjadi terkenal dengan Mamba Mentality-nya setelah dia memenangkan ring championship (cincin juara) yang ke-3 dan dia langsung kembali ke gym untuk latihan lagi. Razor's edge berarti, kita tidak cepat puas dengan hasil yang sekarang sudah kita miliki, tapi kita tetap punya determinasi dan selalu mau untuk "push our limit". Karena dengan tidak cepat merasa puas dan terus mengasah skill dan kemampuan, kita bisa mendapatkan kesuksesan yang kita mau.


Jangan lupa nonton video FIVE DO's tentang razor's edge di link

https://www.youtube.com/watch?v=ipbiAP-cUX8&list=PL1dLc6xPvA-ePwWn_5V7gg6leE_T8fFD4&index=9.


See you next time.